RENUNGAN HARIAN KATOLIK (SENIN, 22 JANUARI 2024)



RENUNGAN HARIAN KATOLIK

SENIN, 22 JANUARI 2024

PEKAN BIASA III

St. Vinsentius

2Sam. 5:1-7.10; Mzm. 89:20,21-22,25-26; Mrk. 3:22-30.

BcO Kej 19:1-17.23-29.

Warna Liturgi Hijau

Dan ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata: "Ia kerasukan Beelzebul," dan: "Dengan penghulu setan Ia mengusir setan." Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan: "Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis? Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan, dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan. Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya. Tetapi tidak seorangpun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal." Ia berkata demikian karena mereka katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat.

Renungan :

Kita sering kali melihat bagaimana para pemimpin agama mencoba berbagai siasat untuk menjebak Yesus. Mereka sekarang mencoba taktik baru untuk mendiskreditkan Dia dengan membuat dua tuduhan. Pertama, Dia dirasuki, bukan oleh iblis biasa, melainkan oleh Beelzebul, sang pemimpin setan. Kedua, melalui kekuatan iblis dalam dirinya dia mengusir roh jahat dari orang lain. 

Yesus menjawab kedua tuduhan itu dengan menunjukkan kontradiksi internal pernyataan itu. Jika iblis bertindak melawan dirinya sendiri, kekuatannya pada akhirnya akan runtuh seperti rumah tangga yang terbagi. Mengusir setan dari seseorang adalah membebaskan orang itu dari kekuatan jahat. Mengapa iblis ingin melakukan hal seperti itu? Tuduhan itu tidak masuk akal. Itu hanya bisa dibuat oleh pikiran sesat. 

Roh adalah asal dari semua yang baik di dalam Yesus, di dalam manusia, dan di dunia. Allah hadir di dunia melalui Roh. Menghujat Roh Kudus berarti dengan sengaja menolak untuk melihat kehadiran-Nya, kebaikan-Nya, seperti para ahli Taurat yang dengan keras kepala menolak untuk melihat tangan kasih Allah dalam semua yang Yesus lakukan. Kalau kita menutup hati dan pikiran terhadap kehadiran dan karya Tuhan, bagaimana Tuhan bisa menjangkau kita? 

Tuhan, semoga kami tidak buta terhadap kehadiran-Mu yang nyata dalam hidup kami sehari-hari. Amin


0 Response to "RENUNGAN HARIAN KATOLIK (SENIN, 22 JANUARI 2024)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel