RENUNGAN HARIAN KATOLIK (SELASA, 19 DESEMBER 2023)



RENUNGAN HARIAN KATOLIK

SELASA, 19 DESEMBER 2023

Hari Biasa Khusus Adven

Hak. 13:2-7,24-25a; Mzm. 71:3-4a,5-6ab,16-17; Luk. 1:5-25.

BcO Yes. 47:1-15

Warna Liturgi Ungu

Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya. Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ. Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan. Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut. Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu. Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya." Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya." Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya." Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci. Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu. Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah. Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya: "Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang."

Renungan :

Pengalaman keluarga Imam Zakaria dan Elisabet dalam cerita Injil hari ini mirip dengan pengalaman keluarga Manoah dalam Bacaan Pertama liturgi. Mereka tidak memiliki keturunan, sementara usia sudah lanjut. Akan tetapi, Tuhan memilih mereka untuk melahirkan utusanAllah bagi umat Israel. Istri Manoah melahirkan Simson yang kemudian menyelamatkan bangsa Israel dari tangan orang-orang Filistin. Sementara Elisabet, istri Imam Zakaria, mengandung dan melahirkan Yohanes Pembaptis yang menyiapkan jalan bagi Tuhan dalam roh dan kuasa Elia. 

Kabar akan lahirnya anak pada usia tua tentu mengejutkan keluarga-keluarga itu. Itu menjadi berkat terbesar yang Tuhan anugerahkan bagi mereka. Ada sukacita besar karena martabat keluarga mereka di tengah masyarakat kembali dipulihkan dengan lahirnya anak laki-laki pewaris keluarga. Juga merupakan buah dari kesetiaan mereka pada cara hidup yang saleh di hadapan Tuhan. Mereka menerima kenyataan sebagai keluarga yang mandul tanpa ada sikap protes berupa cara hidup yang menjauh dari Tuhan. Sampai usia tua mereka tetap menjalani kebaktian pada Tuhan yang membuat mereka pantas menerima berkat istimewa. 

Ada dua hal penting yang bisa kita pelajari dari pengalaman keluarga Imam Zakaria dan Manoah. Pertama, peristiwa luar biasa itu anugerah Tuhan. la mempunyai rencana yang baik bagi kita. Dan rencana itu terlaksana indah pada waktunya. Kedua, peristiwa luar biasa itu juga mengandaikan iman dan kerja aktif manusia untuk menanggapi karya Allah itu. 

Kami mohon, ya Bapa, kuatkanlah semangat kami untuk setia mengabdi Engkau. Semoga kami layak menerima berkat-Mu pada perayaan kelahiran-Mu nanti. Amin.


0 Response to "RENUNGAN HARIAN KATOLIK (SELASA, 19 DESEMBER 2023)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel