RENUNGAN HARIAN KATOLIK (RABU, 8 NOVEMBER 2023)



RENUNGAN HARIAN KATOLIK

RABU, 8 NOVEMBER 2023

Hari biasa

Rm. 13:8-10; Mzm. 112:1-2,4-5,9; Luk. 14:25-33.

BcO Yer. 30:18-31:9

Warna Liturgi Hijau

Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka: "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya. Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian. Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.

Renungan :

Pilihan untuk mengikuti Yesus itu berat. Selain itu, juga mengandung dua prinsip dasar, yaitu totalitas dan sadar diri. Yesus ingin agar kita secara total mengutamakan-Nya lebih dari segala sesuatu, bahkan ikatan keluarga yang paling intim dan mendasar. Akan tetapi, prinsip totalitas ini juga harus disertai perhitungan, yaitu "sadar diri" atau sadar akan kemampuan diri. Panggilan mengikuti Yesus bukan hanya berbicara mengenai kesungguhan dalam mengikuti-Nya, melainkan juga kemampuan. Kesungguhan itu lebih dari sekadar niat baik. Kesungguhan berarti melakukan dengan sepenuh hati, tenaga, dan daya. Akan tetapi, kesungguhan saja tidak cukup, harus juga ada kemampuan. Bagi kita orang beriman, kemampuan merupakan berkat dari Roh Kudus. 

Dalam hidup panggilan imam dan religius pun, banyak calon yang berusaha sungguh-sungguh, namun ada yang tidak dapat melanjutkan formasi karena keterbatasan kemampuan. Hal itu biasanya tampak dalam pola hidup yang "stagnan" atau tidak berkembang. Dalam perkawinan pun sama, beberapa orang yang mau menikah ketika ditanya apakah sudah mantap dengan pilihannya berumah tangga, dengan yakin dan sungguh-sungguh mengatakan "sudah mantap." Akan tetapi, yang kadang kurang disiapkan adalah bekal untuk perkawinan itu sendiri. Sering kali bekal perkawinan kita sangat minim. Akibatnya, kesungguhan sulit diwujudkan. Sebagai manusia, kita memiliki kelebihan dan kekurangan. Tuhan memberikan kepada kita gift. Ada yang mendapat gift menjadi pemimpin, pengajar, pendoa, penyembuh, dan sebagainya. Namun, gift yang tidak dikembangkan adalah percuma. Kita tetap perlu berusaha agar dapat memaksimalkannya sehingga bermanfaat bagi diri sendiri dan sesama. 

Ya Bapa, semoga rahmat-Mu memampukan kami semakin bersungguh-sungguh dalam hidup beriman. Amin. 

0 Response to "RENUNGAN HARIAN KATOLIK (RABU, 8 NOVEMBER 2023)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel