RENUNGAN PAGI (SABTU, 22 MEI 2021)

RENUNGAN PAGI


RENUNGAN PAGI

SABTU, 22 MEI 2021

PEKAN PASKAH VII (PUTIH)

Sta. Rita dr Cascia; Sta. Rosa

BACAAN I: Kis. 28:16-20.30-31

MAZMUR: 11:4.5.7;

BACAAN INJIL: Yohanes 21:20-25

DOA PAGI:

Bapa di surga, aku bersyukur atas kasih setia-Mu di awal hari baru ini. Bukalah hati dan budiku agar aku dapat memahami rahasia iman yang memberi pengharapan dan kekuatan dalam diri Santo Paulus. Semoga keteguhan hati dan imannya selalu mengorbankan jiwaku. Amin

RENUNGAN HARIAN:

Apakah Injil itu? Mungkin pertanyaan itu bisa dijawab oleh setiap orang secara berbeda menurut pengetahuan yang dimilikinya. Jika kita berpedoman pada bacaan Injil hari ini, maka jelas bagi kita, salah satu pengertian Injil adalah kesaksian akan kisah hidup Yesus, baik perkataan maupun tindakan-Nya. Kesaksian tersebut berasal dan sukacita karena percaya kepada Yesus. Akan tetapi, menarik bahwa Yohanes menutup lnjilnya dengan kalimat ini, “Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu persatu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.” Kalimat penutup itu memberi informasi kepada kita bahwa ada banyak kisah kesaksian lain mengenai tindakan Yesus yang tidak ditulis atau sengaja tidak dituliskan karena keterbatasan sarana penulisan. Kalimat penutup Injil itu juga bisa menginspirasi kita, bahwa Injil tidak berhenti hanya pada saat Yesus hidup di dunia, tidak hanya berhenti sebagai kesaksian tertulis dan masa lampau, tetapi tetap berlangsung saat ini maupun di masa mendatang. Injil sejatinya adalah kesaksian tentang Yesus yang dialami setiap orang yang percaya kepada Yesus, yang memperoleh pertolongan Yesus dalam hidup mereka. Kesaksian-kesaksian akan Yesus dalam kehidupan tersebut, merupakan kisah perjalanan iman, kisah yang berkisah mengenal perjumpaan dengan Yesus, baik itu dalam keadaan sulit maupun dalam keadaan penuh sukacita. Kisah-kisah perjumpaan itu menjadi suatu Injil yang hidup, lnjil yang bisa dilihat dan dirasakan setiap orang di sekitarnya. Itulah Injil yang hidup. Injil yang menyentuh langsung orang-orang dalam pengalaman keseharian mereka.

Injil yang hidup ini adalah pengalaman hidup kita juga. Kita percaya bahwa kita masing-masing memiliki pengalaman merasakan tindakan dan pendampingan Yesus dalam hidup. Tidakkah kita tertarik untuk mencoba membuat Injil sesuai dengan pengalaman kita? 


0 Response to "RENUNGAN PAGI (SABTU, 22 MEI 2021)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel