RENUNGAN PAGI (RABU, 26 MEI 2021)

renungan pagi


RENUNGAN PAGI

RABU, 26 MEI 2021

PEKAN BIASA VIII (HIJAU)

Sta. Mariana dr Quito

BACAAN I: Sir. 36:1.4-5a.10-17

MAZMUR: 79:8.9.11.13;

BACAAN INJIL: Injil Markus 10:32-45

DOA PAGI:

Allah Bapa yang mahakuasa, pencipta langit dan bumi. Bersama segala makhluh aku memuji kebaikan-Mu atas rahmat kehidupan yang masih boleh kualai sampai saat ini. Engkau menyediakan segala yang kubutuahkan sejauh aku berani berkata 'cukup' dan mampu mensyukuri kebaikan-Mu. Sebab Engkau sumber hidup dan harapanku. Amin

RENUNGAN HARIAN:

Ketika seseorang mengambil posisi tertentu dalam sebuah lembaga atau organisasi maka orang tersebut sedang mendudukkan dirinya entah lebih rendah atau lebih tinggi dari orang lain. Gejala yang selalu terjadi di alam bawah sadar manusia adalah bahwa manusia sering memposisikan diri lebih tinggi dari orang lain. Posisi lebih tinggi yang diposisikan ini didasarkan pada keyakinan dan kriteria yang bersifat sangat pribadi, seperti lebih baik, lebih religius, lebih kaya, lebih berbakat, dan sebagainya. Dengan keyakinan seperti ini maka yang terjadi dalam hidup bersama adalah orang lebih suka mengejar posisi daripada kerendahan hati dalam pelayanan.

Yesus tahu benar tentang tugas-Nya dan tahu memposisikan Diri-Nya. Dia datang untuk menebus dosa manusia. Karena tugas-Nya ini, Yesus mengambil posisi serendah-rendahnya sebagai Allah yang menjadi manusia, sebagai orang benar namun mau menderita. Tidak ada posisi yang lebih rendah selain menjadi orang yang menderita, dihukum sebagai orang yang berdosa, meskipun tidak berdosa. Hal demikian berbeda dengan Yakobus dan Yohanes. Mereka memposisikan diri lebih tinggi dan sesamanya dan karena itu para murid lainnya memarahi mereka. Karena itu, mereka ditegur oleh Yesus dengan mengatakan bahwa hal duduk di sebelah kanan atau sebelah kini-Nya, Yesus tidak berhak. Maksudnya jelas, bahwa kedekatan dengan Yesus mestinya dianggap sebagal kedekatan spiritual dan kemuridan. Sebab yang utama dalam kemuridan adalah hidup sesual dengan semangat Yesus. 

Orang tidak perlu memposisikan diri jauh lebih tinggi dari orang lain. Tuntutan kemuridan tidak bersentuhan dengan posisi. Kemuridan bersentuhan langsung dengan penderitaan. Pelayanan dan penderitaan merupakan dua sisi dalam satu mata visi dan misi Yesus yang sama. Yesus telah menunjukkan teladan kepada kita. Kiranya Tuhan menjauhkan kita dan kecenderungan untuk menempatkan diri lebih tinggi dari orang lain. Sebab, di surga nanti tidak ada lagi tuan atau hamba. Kita semua adalah anak-anak Allah. Amin


"Kata-kata yang jahat sama seperti bulu-bulu itu.

Begitu keluar dari tas, mereka menyebar ke segala penjuru

kota dan tidak pernah bisa ditarik kembali"

(St. Filipus Neri)


0 Response to "RENUNGAN PAGI (RABU, 26 MEI 2021)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel