RENUNGAN HARIAN KATOLIK (MINGGU, 9 JUNI 2024)



RENUNGAN HARIAN KATOLIK

MINGGU, 9 JUNI 2024

Hari Minggu Biasa X

Kej. 3:9-15; Mzm. 130:1-2,3-4ab,4c-6,7-8; 2 Kor. 4:13 5:1; Mrk. 3:20-35.

BcO Flp 1:1-11

Warna Liturgi Hijau

Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makanpun mereka tidak dapat. Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi. Dan ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata: "Ia kerasukan Beelzebul," dan: "Dengan penghulu setan Ia mengusir setan." Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan: "Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis? Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan, dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan. Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya. Tetapi tidak seorangpun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal." Ia berkata demikian karena mereka katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat. Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia. Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: "Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau." Jawab Yesus kepada mereka: "Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?" Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: "Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku."

Renungan 

Tuduhan para ahli Taurat bahwa Yesus kerasukan setan, bahkan pemimpin setan, sangatlah kejam. Bagaimana mungkin Yesus disamakan dengan pemimpin setan? Memang benar bahwa Yesus sedang berperang dengan kekuatan iblis yang merasuk ke dalam hati manusia sehingga hati manusia menjadi "buta". Akibat dari hati yang dikuasai iblis itu, manusia mudah menuduh, mudah menghina, mudah mencaci-maki, mudah mempersalahkan orang lain, serta mudah melihat dan menemukan kesalahan orang. Hal-hal seperti ini membuat hidup kita tidak damai; mudah terpecah-belah, dan bahkan iman kita akan Yesus menjadi goyah. Kita harus selalu menyadari bahwa musuh utama kita tetaplah kekuatan di luar kekuatan Tuhan, yaitu kekuatan iblis. 

Sesungguhnya, kita harus terus waspada dan berjaga-jaga. Sebab, iblis itu selalu mengaum-aum mencari mangsanya. Maka, kita diajak untuk teguh di dalam iman. Iblis akan mudah masuk ke dalam hati yang tidak damai. Iblis akan mudah tinggal dalam hati orang yang imannya tidak kuat. Iblis akan mudah merasuk pada hati yang tidak dekat dengan Tuhan. Iblis akan hadir dalam mulut kita yang mudah mengucapkan kata-kata kasar. Iblis akan hadir dalam sikap kita yang merendahkan orang lain; hadir pada hati kita yang hanya melihat kejelekan sesama. 

Iblis hadir dalam diri suami yang berbicara dan bersikap buruk kepada istri dan anak-anaknya. Demikian juga sebaliknya. Iblis itu tidak jauh dari kita jika kita membiarkan hati dan diri kita melukai orang lain. 

Kita harus menyadari bahwa kehidupan kita di dunia ini sebagai orang beriman adalah berjuang mengalahkan kejahatan dan dosa. Itu berarti kita menyambut karya penebusan dan keselamatan yang Yesus wartakan. Meskipun dosa telah melekat dalam diri kita, bersama dan dalam Kristus, kita akan mampu mengalahkan setan dengan segala karyanya. Karena itu, kebersamaan dengan Kristus dalam mengalahkan dosa dan kejahatan haruslah kita lakukan dengan kesungguhan hati. Mari kita melawan iblis itu dengan selalu berani menata hati. Sabar dalam menjalani hari-hari hidup kita. Jangan mudah berkata kasar kepada siapa pun sehingga kita tidak menyakiti hati orang-orang yang ada di sekitar kita. 

Bapa Maha Baik, dampingilah kami agar hati, tutur kata, mata, dan telinga kami selalu terarah kepada-Mu sehingga kami hanya dikuasai oleh Putra-Mu. Amin.

0 Response to "RENUNGAN HARIAN KATOLIK (MINGGU, 9 JUNI 2024)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel