RENUNGAN HARIAN KATOLIK (SENIN, 8 APRIL 2024)



RENUNGAN HARIAN KATOLIK

SENIN, 8 APRIL 2024

HARI RAYA KABAR SUKACITA

Yes 7:10-14; 8:10; Mzm 40:7-8a,8b-9,10,11; Ibr 10:4-10; Luk 1:26-38.

BcO 1Taw 17:1-15

Warna Liturgi Putih

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Renungan 

“Ecce ancilla Domini, aku ini hamba Tuhan," kata Maria di hadapan malaikat yang menyampaikan kabar sukacita kepadanya. Sikap dasar sebagai hamba inilah yang menyanggupkan Maria diikutsertakan dalam misteri agung penyelamatan Allah. Sebagai seorang hamba, yang ada dalam diri Maria hanyalah "fiat voluntas tua! , jadilah kehendak-Mu!". Sepertinya begitu sederhana, namun inilah sikap dasar yang untuk seterusnya akan mendasari hidup Maria sampai saat menyaksikan Putranya menderita sengsara dan wafat di kayu salib. 

Peran Maria ini sudah diramalkan oleh Nabi Yesaya, yang mengatakan bahwa "seorang perempuan muda akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki ... ". Yesus yang lahir ke dunia juga memiliki sikap dasar yang sama dengan Maria, bunda-Nya "ecce venio", "Sungguh Aku datang ... untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku.' 

Kita pun dipanggil untuk ikut serta dalam karya penyelamatan Allah melalui Yesus Kristus. "Ecce ancilla" Maria berlaku juga untuk kita. Kesadaran kita sebagai hamba Tuhan menjadi sikap dasar kita juga untuk bisa menerima kabar gembira itu. 

Ya Allah, Engkaulah Tuhan kami dan kami hamba-Mu. Anugerahkanlah kepada kami sikap rendah hati seperti Bunda Maria sehingga kami mampu menerima dan mewartakan kabar sukacita sejati, yakni Yesus sendiri. Amin. 


0 Response to "RENUNGAN HARIAN KATOLIK (SENIN, 8 APRIL 2024)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel