RENUNGAN HARIAN KATOLIK (SABTU, 4 NOVEMBER 2023)



RENUNGAN HARIAN KATOLIK

SABTU, 3 NOVEMBER 2023

Peringatan Wajib

St. Karolus Borromeus

Rm. 11:1-2a,11-12,25-29; Mzm. 93:12-13a,14-15; Luk. 14:1,7-11;

BcO Yer. 29:1-14

Warna Liturgi Putih

Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama. Karena Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu, supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah. Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."

RENUNGAN

Dalam sebuah pesta atau event, panitia atau tuan pesta biasanya mengklasifikasi para tamu menjadi beberapa kategori. Ada tamu VIP, tamu khusus lain, dan tamu umum. Jenis kursi yang disediakan untuk setiap kategori tamu juga berbeda. Demikian juga fasilitas yang diterima. Para tamu istimewa tidak perlu mengantre dan berdesak-desakan untuk mengambil hidangan karena sudah ada yang mengantar untuk mereka. Mereka juga akan ditemani secara khusus oleh tuan rumah untuk bercengkerama. Hal seperti ini wajar terjadi dalam masyarakat. 

Jika hal itu wajar dalam masyarakat, termasuk juga dalam masyarakat Yahudi. Pertanyaannya, mengapa Tuhan Yesus mengkritik para tamu yang menduduki tempat kehormatan? Perlu kita pahami bahwa semua pesta itu berlangsung lama, bisa selama tujuh hari. Banyak orang akan datang dari mana pun, dan orang tidak tahu siapa yang akan datang, termasuk status sosial ataupun kedudukan para tamu itu. Begitu yang lebih penting datang, tentu akan menggeser tamu yang status sosialnya dipandang lebih rendah. Yang dikritik oleh Yesus adalah sikap tamu yang merasa dirinya yang paling terhormat dan merasa berhak menduduki tempat kehormatan. 

Harga diri yang tinggi dan sikap 'gila hormat' justru akan mempermalukan diri sendiri. Tuhan mengingatkan bahwa "barang siapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barang siapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.' Melalui pengajaran dan kisah ini, Tuhan Yesus mengundang kita untuk sadar diri, siapakah saya dan bagaimana saya harus memosisikan diri dalam masyarakat. Jika orang menghormati kita karena status maka ketika status itu berubah atau hilang, orang tidak lagi menghormati kita. 

Jangan menggunakan status untuk mencari keuntungan dan kehormatan. Orang sepantasnya menghormati kita karena kualitas hidup kita dan arti hidup kita bagi mereka. 

Ya Bapa, jauhkanlah kami dari sikap mengedepankan status dan mencari penghormatan. Ajarlah kami untuk mawas diri dan menjadikan diri kami berarti bagi orang lain. Amin.


0 Response to "RENUNGAN HARIAN KATOLIK (SABTU, 4 NOVEMBER 2023)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel