RENUNGAN ROHANI KATOLIK (SABTU, 26 FEBRUARI 2022)



RENUNGAN ROHANI KATOLIK

SABTU, 26 FEBRUARI 2022

PEKAN BIASA VII (HIJAU)

St. Alezandra; St. Didakus Carvalho

BACAAN I: Yak. 5:13-20

MAZMUR: 141:1-2.3.8;

BACAAN INJIL : Markus 10:13-16

DOA PAGI:

Allah Bapa Sang Pencipta, dengan ksih-Mu Engkau menciptakan kami dan memanggil kami untuk melestarikan ciptaan-Mu. Semoga kami mampu menjaga karya ciptaan-Mu itu seturut kehendak-Mu. Dengan pengantaraan Tuhan Kami, Yesus Kristus, yang bersama Dikau dalam Persatuan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin

RENUNGAN:

Di kalangan para pendamping sekolah Minggu pasti mengenal dengan baik lagu dalam Buku Puji Syukur no. 338 “Biar Anak-Anak Datang KepadaKu”. Dalam bacaan Injil Markus 10 hari ini, Tuhan Yesus meminta kepada para murid untuk membiarkan anak-anak datang kepada-Nya untuk diberkati. Pada Markus 10:14 terdapat kata Yunani “paidion” artinya “anak kecil” yang menunjuk anak yang memasuki usia 12 tahun, jadi bukan usia balita atau bayi. Kata “dibawa” atau “dituntun” (paideno, Yunani) oleh orang tuanya menunjuk bahwa mereka sudah waktunya mendapat pendidikan atau pelajaran. Mereka, yakni “anak-anak” tersebut “dituntun” oleh para orang tuanya bertemu Tuhan Yesus, bahwa usia 12 tahun sudah waktunya dan dianggap telah mampu menerima pengajaran dan tuntutan iman dari Tuhan Yesus. Maka Tuhan Yesus bersabda: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah” (Mrk. 10:14).

Usia anak-anak secara psikologis hatinya masih polos, murni, tergantung sepenuhnya pada orang tuanya dan di lain pihak simbol ketulusan dalam mengharapkan dan menerima sesuatu. Dalam konteks seperti itulah Kerajaan Allah akan lebih mudah diterima dan membuka hati umat beriman. Tuhan Yesus akan lebih mudah diterima, menjadi sandaran kekuatan bagi umat beriman yang sepenuhnya mengandalkan belaskasih dan terbuka akan sabda-Nya.

Karunia Kerajaan Allah sungguh sangat dirindukan oleh hati umat beriman yang terbuka seperti hati anak-anak yang sederhana, polos dan begitu jenaka tanpa tedeng aling-aling. Justru sikap hati seperti anak-anak inilah, yang menggantungkan pemberian dan orang lain menjadi kekuatan terwujudnya karunia Allah. Seperti anak-anak yang terbiasa menerima dan menyerahkan, menggantungkan hidup dan pemberian dan orang tua, demikianlah halnya tentang Kerajaan Allah. Anak-anak yang dengan mudah menerima Kerajaan Allah berarti menerima Tuhan Yesus dan kasih karunia Allah sendiri.


0 Response to "RENUNGAN ROHANI KATOLIK (SABTU, 26 FEBRUARI 2022)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel