RENUNGAN HARIAN KATOLIK (SENIN, 26 OKTOBER 2026)



RENUNGAN HARIAN KATOLIK

SENIN, 26 OKTOBER 2026

Renungan :

Dalam mukjizat penyembuhan yang dilakukan oleh Yesus pada umumnya selalu terjadi karena adanya keaktifan dari pihak si sakit. Mereka mendekati Yesus dengan berdesak-desakan, berusaha menyentuh jubah-Nya, berteriak-teriak memanggil nama-Nya, dan lain-lain. Namun, penyembuhan dalam Injil hari ini berbeda. Yesus berinisiatif menyembuhkan seorang perempuan yang sudah delapan belas tahun sakit karena dirasuki roh jahat. Ia hanya diam dan Yesuslah yang memanggil dia kemudian menyembuhkannya secara ajaib.

Kita bersyukur memiliki Tuhan yang tidak pasif alias hanya berdiam diri melihat penderitaan umat-Nya. Tuhan akan tergerak hati-Nya dan selalu berusaha menolong dan menyembuhkan kita, apalagi jika kita memohon kepada-Nya dengan penuh iman.

Rupanya, tindakan baik Yesus justru tidak disukai oleh kepala rumah ibadah karena dilakukan-Nya pada hari Sabat. Sebagian orang Yahudi pada zaman Yesus memang terlalu mengutamakan hukum daripada sesama manusia. Bagi mereka, hari Sabat adalah hari Tuhan yang harus dikuduskan dengan tidak melakukan pekerjaan apa pun, termasuk menyembuhkan orang sakit.

Mereka lupa bahwa jika memang hari Sabat itu hari Tuhan, berarti lebih banyak karya Tuhan (pekerjaan-pekerjaan baik) yang boleh dilakukan pada hari tersebut. Namun, bagaimanapun juga, aturan mengenai hari Sabat ini hanyalah peraturan buatan manusia. Semoga kebahagiaan kita dan kebaikan kita terhadap sesama tidak pernah terhalang oleh sekat-sekat peraturan buatan manusia.

Tuhan, sadarkan kami bahwa harkat dan martabat manusia adalah lebih berharga daripada berbagai aturan buatan manusia. Semoga melalui kesadaran ini, kami boleh menjadi pribadi yang fleksibel, adaptif, akomodatif dalam membantu sesama kami. Amin.

0 Response to "RENUNGAN HARIAN KATOLIK (SENIN, 26 OKTOBER 2026)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel