RENUNGAN HARIAN KATOLIK (RABU, 9 SEPTEMBER 2026)
RENUNGAN HARIAN KATOLIK
RABU, 9 SEPTEMBER 2026
St. Petrus Klaver
1Kor 7:25-31; Mzm 45:11-12.14-15.16-17; Luk 6:20-26.
BcO 2Ptr 2:9-22.
Warna Liturgi Hijau
Renungan
Hasrat memiliki menjadikan manusia sulit berkata cukup. Hal ini melahirkan banyak tindakan, seperti korupsi, perilaku konsumtif, terjebak tren FOMO, dan lain-lain. Pada zaman Yesus, hasrat memiliki menjadikan para pemungut cukai mengambil lebih banyak dari seharusnya. Tuan-tuan tanah menerapkan upah yang tidak adil bagi penggarap kebun mereka. Tentu saja yang menjadi korban adalah orang-orang miskin (nelayan, buruh, dan penggarap).
Berdasarkan kenyataan itu, Yesus menyapa mereka yang tersakiti (miskin, lapar, hina) dengan ungkapan berbahagia dan mereka yang gemar menyakiti (kaya, kenyang, dan terpandang) dengan ungkapan celaka. Pada tahap ini, Ia bertindak sebagai hakim yang adil; hakim yang memberikan pembelaan kepada mereka yang terluka dan menghukum para pembuat luka. Kita pun akan menghadapi situasi demikian. Pilihan terbaik bagi kita adalah meneladan nasihat Santo Paulus, yaitu hidup seolah-olah waktu kedatangan Tuhan sudah dekat, semua barang dunia akan lenyap, dan kesempatan berbuat baik semakin terbatas. Apakah kita menyadari bahwa waktu Tuhan semakin dekat dalam hidup kita?
Tuhan Yesus, bantulah kami agar senantiasa mampu menjauhkan diri dari perilaku korupsi, berfoya-foya, dan memeras, serta mampukanlah kami agar selalu berusaha berbuat baik seturut kehendak-Mu. Amin.

0 Response to "RENUNGAN HARIAN KATOLIK (RABU, 9 SEPTEMBER 2026)"
Post a Comment