RENUNGAN HARIAN KATOLIK (RABU, 19 AGUSTUS 2026)



RENUNGAN HARIAN KATOLIK

RABU, 19 AGUSTUS 2026

St. Yohanes Eudes

Yeh 34:1-11; Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6; Mat 20:1-16a.

BcO Pkh 5:10-6:8

Warna Liturgi Hijau

Renungan 

Sebuah studi dari Harvard Business Review tahun 2020 menunjukkan bahwa salah satu penyebab utama ketidakpuasan kerja adalah perasaan ketidakadilan dalam penghargaan, terutama saat karyawan merasa kontribusinya lebih besar, tetapi mendapat kompensasi sama dengan rekan lain. Fenomena ini menunjukkan betapa manusia secara alami cenderung membandingkan, bahkan dalam hal kebaikan. Yesus dalam Injil hari ini mengajak kita masuk dalam logika Kerajaan Allah yang berbeda dari logika dunia. Dalam perumpamaan pekerja di kebun anggur, semua orang menerima upah yang sama, meskipun mulai bekerja pada jam yang berbeda. Reaksi iri hati pun muncul, “Mengapa mereka yang datang terakhir mendapat sama seperti kami?” Pemilik kebun anggur menjawab, “Tidakkah aku boleh mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau karena aku murah hati?” (Mat. 20:15). Di sinilah letak pesan pentingnya: Allah melihat hati, bukan hitungan jam kerja. Kasih dan belas kasih-Nya tidak dibatasi oleh perhitungan manusia. 

Paus Benediktus XVI pernah berkata, “Belas kasih adalah inti dari pewartaan Kristus dan identitas Gereja.” Maka, kita pun dipanggil untuk bersyukur atas kemurahan Tuhan, bukan merasa layak lebih dari sesama, karena semua adalah anugerah. 

Tuhan Yang Murah Hati, ajarilah kami mensyukuri rahmat-Mu, bukan membandingkan diri dengan orang lain. Jauhkan kami dari iri hati dan ajarlah kami melihat kebaikan-Mu dalam segala hal. Jadikan kami pewarta kasih dan belas kasih-Mu. Amin. 

0 Response to "RENUNGAN HARIAN KATOLIK (RABU, 19 AGUSTUS 2026)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel