RENUNGAN HARIAN KATOLIK (SENIN, 20 JULI 2026)
RENUNGAN HARIAN KATOLIK
SENIN, 20 JULI 2026
St. Apollinaris
Mi 6:1-4.6-8; Mzm 50:5-6.8-9.16bc-17.21.23; Mat 12:38-42.
BcO Ayb 12:1-25.
Warna Liturgi Hijau
Renungan
Orang-orang Farisi dan ahli Taurat meminta tanda dari Yesus. Mereka telah menyaksikan Yesus menanggapi permintaan mereka dengan memberikan satu-satunya tanda yang akan diberikan, yaitu tanda Nabi Yunus: seperti Yunus tinggal tiga hari tiga malam di perut ikan besar, demikian juga Anak Manusia akan tinggal tiga hari tiga malam di dalam rahim bumi. Yesus mengingatkan mereka bahwa generasi yang jahat dan tidak setia selalu mencari tanda. Namun, tanda yang paling besar telah diberikan melalui diri-Nya sendiri dan akan digenapi melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Ia bahkan memberikan contoh dari bangsa lain, seperti ratu dari Selatan yang datang dari jauh untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan orang-orang Niniwe yang bertobat ketika mendengar pemberitaan Nabi Yunus.
Yesus menegaskan bahwa yang lebih besar daripada Salomo dan Yunus ada di tengah-tengah mereka, namun mereka tetap menolak untuk percaya. Kita ditantang untuk melihat melampaui tanda-tanda lahiriah atau mukjizat yang spektakuler. Yang terpenting adalah hati yang terbuka dan respons yang sungguh-sungguh terhadap kehadiran dan ajaran Kristus. Pertobatan sejati lahir dari hati yang mendengarkan dan percaya, bukan dari sekadar mencari bukti kelihatan.
Ya Tuhan, bukalah hati kami agar mampu mengenali kehadiran-Mu dalam kesederhanaan. Berikan kami iman yang teguh, melampaui kebutuhan akan tanda-tanda lahiriah, dan mampukan kami untuk bertobat dengan sungguh-sungguh. Amin.

0 Response to "RENUNGAN HARIAN KATOLIK (SENIN, 20 JULI 2026)"
Post a Comment