RENUNGAN HARIAN KATOLIK (SELASA, 9 JUNI 2026)



RENUNGAN HARIAN KATOLIK

SELASA, 9 JUNI 2026

St. Efrem

1Raj 17:7-16; Mzm 4:2-3.4-5.7-8; Mat 5:13-16.

BcO Flp 1:27-2:11

Warna Liturgi Hijau

Renungan 

Kita sebagai umat Kristen dipanggil menjadi garam dan terang dunia. Ini berarti kita harus menjadi saksi kasih Allah melalui perbuatan baik kita. Perbuatan baik adalah cara kita menunjukkan kasih Allah kepada dunia. Semoga perbuatan baik kita dapat memuliakan Bapa di surga. Kita dipanggil untuk menjadi saksi kasih Allah melalui perbuatan baik kita sehingga orang lain dapat memuji Bapa di surga. 

Yesus dalam khotbah di bukit menyerukan umat-Nya untuk menjadi garam dan terang dunia. "Kamu adalah garam dunia. Jika garamnya hilang rasa, dengan apa garam itu dapat diasinkan lagi? Garam itu tidak berguna lagi, hanya untuk dibuang saja. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas bukit tidak mungkin disembunyikan. Begitulah hendaknya terangmu menyinari orang agar mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuji Bapamu di surga." 

Bacaan pertama dari Kitab Raja-Raja yang menampilkan cerita tentang Elia dan janda di Sarfat menunjukkan bahwa Allah itu setia. Kita harus setia kepada Allah dalam segala hal, dan Ia akan setia dalam memenuhi kebutuhan kita walaupun terjadi kemarau panjang dan makanan di rumah kita akan habis. Allah menyediakan makanan dan air bagi Elia melalui janda di Sarfat. Kisah ini menjadi contoh bagaimana Allah tidak pernah meninggalkan orang-orang yang setia kepada-Nya, dan Ia selalu menyediakan kebutuhan mereka. Allah menyertai kita dalam setiap jengkal perjalanan hidup kita; tidak membiarkan kita berjuang sendirian. Ia adalah Bapa yang mengasuh dan mengasihi kita. 

Ya Bapa, Engkau telah menunjukkan kasih setia-Mu. Semoga kami pun mau setia kepada-Mu supaya kami mampu menjadi garam dan terang dunia sebagai anak-anak-Mu. Amin.

0 Response to "RENUNGAN HARIAN KATOLIK (SELASA, 9 JUNI 2026)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel