RENUNGAN HARIAN KATOLIK (RABU, 6 MEI 2026)
RENUNGAN HARIAN KATOLIK
RABU, 6 MEI 2026
Hari Biasa Pekan V Paskah
Kis 15:1-6; Mzm 122:1-2.3-4a.4b-5; Yoh 15:1-8
BcO Kis 18:1-28.
Warna Liturgi Putih
Renungan
Bacaan Pertama hari ini mengisahkan salah satu konflik besar pertama dalam Gereja Perdana. Isunya cukup serius, yaitu apakah orang non-Yahudi perlu disunat dan mengikuti hukum Musa agar bisa diselamatkan? Yang menarik, para rasul dan penatua tidak saling menyerang atau memaksakan kehendak. Mereka tidak buru-buru menghakimi. Akan tetapi, mereka berkumpul dan berdiskusi untuk terlebih dahulu mencari kehendak Tuhan dalam doa dan persekutuan. Hasilnya? Sungguh sebuah keputusan yang luar biasa: keselamatan adalah anugerah Tuhan, diterima melalui iman kepada Yesus Kristus - bukan hasil usaha manusia atau kepatuhan terhadap hukum semata.
Kisah tersebut mengajarkan kepada kita bahwa perbedaan pandangan bukan alasan untuk bertikai. Sebaliknya, perbedaan menjadi kesempatan untuk bertumbuh bersama dalam kasih dan kebenaran. Apalagi, Yesus sendiri pun tidak mengajarkan bahwa kita harus menjadi sama semua. Ia memang memanggil kita untuk bersatu dalam Dia, tetapi bukan keseragaman. “Akulah pokok anggur dan kamulah carang-carang-Nya." Kesatuan sejati lahir ketika kita tinggal di dalam dan bersama Yesus, Sang Pokok Anggur. Dengan melekat pada Kristus, kita akan berbuah menghadirkan damai, kasih, dan pengharapan. Sebaliknya, terpisah dari Dia, kita akan layu.
Ya Tuhan, jadikanlah hidup kami carang yang berbuah; yang menghadirkan damai, kasih, dan berkat bagi sesama. Amin.

0 Response to "RENUNGAN HARIAN KATOLIK (RABU, 6 MEI 2026)"
Post a Comment