RENUNGAN HARIAN KATOLIK (KAMIS, 26 MARET 2026)
RENUNGAN HARIAN KATOLIK
KAMIS, 26 MARET 2026
Hari Biasa Pekan V Prapaskah
Kej. 17:3-9; Mzm. 105:4-5,6-7,8-9; Yoh. 8:51-59.
BcO Bil 20:1-13; 21:4-9.
Warna Liturgi Ungu
Renungan
Pernyataan Yesus bahwa Ia "ada sebelum Abraham" (Yoh. 8:58) adalah salah satu deklarasi paling eksplisit tentang keilahian-Nya, dan menjadi titik puncak ketegangan dengan para pemuka Yahudi. Ketika Yesus mengatakan bahwa siapa pun yang menuruti firman-Nya tidak akan mengalami maut, para pemuka Yahudi menuduh-Nya kerasukan setan (Yoh. 8:52). Mereka tidak bisa menerima bahwa seseorang yang tampaknya "biasa" bisa mengklaim kuasa atas kematian. Yesus menjawab dengan rendah hati, namun tegas, "Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, kemuliaan-Ku itu sedikit pun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami (Yoh. 8:54)". Yesus menegaskan bahwa kemuliaan-Nya berasal dari Bapa, bukan dari ambisi pribadi.
Yesus menyatakan bahwa Abraham bersukacita melihat hari-Nya, klaim yang mengejutkan, karena Abraham hidup ribuan tahun sebelumnya. Ketika para pemuka Yahudi meragukan-Nya dan berkata, "Umur-Mu belum lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?", Yesus menjawab, "Sesungguhnya sebelum Abraham ada, Aku telah ada.". Dalam bahasa Yunani, Yesus menggunakan frasa "Ego Eimi" (Aku adalah), yang identik dengan nama Allah dalam Keluaran 3:14 ("AKU ADALAH AKU”). Ini adalah klaim langsung bahwa Dia adalah Pribadi yang kekal dan ilahi. Pernyataan ini dianggap penghujatan. Para pemuka Yahudi segera mengambil batu untuk melempari-Nya. Karena menurut hukum Taurat, siapa pun yang menghujat Allah harus dihukum mati. Mereka tidak bisa menerima bahwa Yesus, yang mereka kenal sebagai manusia, menyamakan diri-Nya dengan Allah.
Ya Tuhan, semoga kuasa-Mu selalu melingkupi kami dalam situasi apa pun. Amin.

0 Response to "RENUNGAN HARIAN KATOLIK (KAMIS, 26 MARET 2026)"
Post a Comment