RENUNGAN HARIAN KATOLIK (JUMAT, 3 APRIL 2026)



RENUNGAN HARIAN KATOLIK

JUMAT, 3 APRIL 2026

HARI JUMAT AGUNG

Yes. 52:13 - 53:12; Mzm. 31:2,6,12-13,15-16,17,25; Ibr. 4:14-16; 5:7-9; Yoh. 18:1 - 19:42.

BcO Ibr. 9:11-28

Warna Liturgi Merah

Renungan :

Ketika terlibat dalam kepanitiaan suatu kegiatan, saat acara selesai kita akan bersorak penuh kelegaan, "Akhirnya, sudah selesai!" Beberapa orang, oleh karena capaian pribadi, menuntaskan pekerjaannya juga dengan sukacita, mengatakan, “Sudah selesai.” Kalimat “sudah selesai" tidak hanya berarti memaklumkan tuntasnya suatu pekerjaan, tetapi lebih-lebih sukacita dan kelegaan atas tuntasnya perjuangan. Namun, sering kali segalanya juga tampak berat sehingga alih-alih mengatakan “sudah selesai”, kita justru tergoda untuk menyerah dan berhenti.

Apa yang Yesus maksudkan ketika Ia mengatakan, “Sudah selesai”, saat di kayu salib? “Sudah selesai" adalah terjemahan bahasa Indonesia dari kata Yunani, Tetelestai. Tetelestai berasal dari kata kerja teleo, yang berarti "mengakhiri, menyelesaikan, menggenapi". Tetelestai adalah bentuk "perfect tense” yang menandakan meskipun sudah diselesaikan, masih berlaku hingga sekarang.

Yesus menuntaskan kehendak Bapa-Nya dengan setia sampai akhir. Semua dilalui bukan tanpa kesulitan. Dalam doa-Nya di Taman Getsemani, Yesus mengatakan, "Ya Bapa, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan (penderitaan) ini berlalu dari hadapan-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki" (Mat. 26:39). Yesus tidak tergoda untuk menyerah, untuk berhenti. Karena cinta-Nya pada Bapa dan manusia, Ia memikul salib dan wafat di kayu salib. Karya keselamatan itu masih dirasakan hingga sekarang dan selamanya. Sebuah kemenangan cinta, tersaji dalam kata dan tindakan, "Sudah selesai.”

Tidak ada yang lebih gelap dan sulit dari hidup manusia yang tidak dialami oleh Yesus sebagai manusia. Dia mengambil penderitaan dan salib karena cinta-Nya kepada kita umat manusia, “dan oleh bilur-bilur-Nya, kita menjadi sembuh" (Yes. 53:5). Semoga setiap kita yang saat ini sedang memikul salib berat, entah karena sakit yang tidak kunjung sembuh atau karena pergulatan dalam hidup dan perutusan, tidak tergoda meletakkan salib penderitaan kita, dan meninggalkannya. Tuhan ikut memikul salib-salib kita, memeluk salib-salib kita. Dengan setia dan sukacita, kita tuntaskan bersama-Nya sampai suatu saat kita pun bisa mengatakan, “Sudah selesai.”

Ya Yesus, kami bersyukur karena Engkau telah mengasihi kami sampai tuntas. Semoga kami pun setia sampai akhir memikul salib-salib kami dengan cinta dan sukacita. Amin.

0 Response to "RENUNGAN HARIAN KATOLIK (JUMAT, 3 APRIL 2026)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel