RENUNGAN HARIAN KATOLIK (SABTU, 21 FEBRUARI 2026)
RENUNGAN HARIAN KATOLIK
SABTU, 21 FEBRUARI 2026
St. Petrus Damianus
Yes. 58:9b-14; Mzm. 86:1-2,3-4,5-6; Luk. 5:27-32
BcO Kel 3:1-20
Warna Liturgi Ungu
RENUNGAN HARIAN:
Nabi Yesaya menyampaikan janji Tuhan yang indah: jika kita berhenti menindas sesama, tidak lagi menyalahkan orang lain atau berkata jahat, maka terang Tuhan akan menerangi hidup kita (bdk. Yes. 58:9b-14). Pertobatan sejati tidak hanya soal hubungan pribadi dengan Tuhan, tetapi juga nyata dalam sikap terhadap orang lain. Kita dipanggil untuk menjadi pribadi yang membangun, bukan meruntuhkan; menyembuhkan, bukan melukai.
Injil hari ini menampilkan Yesus yang memanggil Lewi, seorang pemungut cukai, untuk menjadi murid-Nya (Luk. 5:27-32). Yesus melihat lebih dalam daripada sekadar reputasi atau masa lalu seseorang. Ia melihat hati yang mau berubah. Tanggapan Lewi luar biasa: Ia meninggalkan segalanya dan mengikuti Yesus. Ini menjadi undangan bagi kita juga untuk bangkit dari kebiasaan lama, meninggalkan sikap egois, dan membuka hati pada kehidupan yang baru bersama Kristus.
Pertobatan yang sejati bukan hanya menjauh dari dosa, melainkan juga bergerak menuju kasih, kebaikan, dan keadilan. Dunia butuh lebih banyak "Lewi" baru, yaitu orang-orang yang bersedia diubah Tuhan dan turut membangun masyarakat yang lebih jujur, adil, dan peduli. Saat kita membuka hati, Tuhan tak hanya memulihkan kita, tetapi juga mengutus kita menjadi terang bagi sesama.
Tuhan, jadikanlah kami pribadi yang siap berubah dan menjadi saluran kasih-Mu bagi dunia. Amin.

0 Response to "RENUNGAN HARIAN KATOLIK (SABTU, 21 FEBRUARI 2026)"
Post a Comment