RENUNGAN HARIAN KATOLIK (SENIN, 3 JUNI 2024)



RENUNGAN HARIAN KATOLIK

SENIN, 3 JUNI 2024

Perayaan Wajib

St. Karolus Lwanga

2Ptr 1:1-7; Mzm 91:1-2.14-15ab.15c-16; Mrk 12:1-12;

BcO Gal 1:13-2:10

Warna Liturgi Merah

Lalu Yesus mulai berbicara kepada mereka dalam perumpamaan: "Adalah seorang membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain. Dan ketika sudah tiba musimnya, ia menyuruh seorang hamba kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima sebagian dari hasil kebun itu dari mereka. Tetapi mereka menangkap hamba itu dan memukulnya, lalu menyuruhnya pergi dengan tangan hampa. Kemudian ia menyuruh pula seorang hamba lain kepada mereka. Orang ini mereka pukul sampai luka kepalanya dan sangat mereka permalukan. Lalu ia menyuruh seorang hamba lain lagi, dan orang ini mereka bunuh. Dan banyak lagi yang lain, ada yang mereka pukul dan ada yang mereka bunuh. Sekarang tinggal hanya satu orang anaknya yang kekasih. Akhirnya ia menyuruh dia kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. Tetapi penggarap-penggarap itu berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, maka warisan ini menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan membunuhnya, lalu melemparkannya ke luar kebun anggur itu. Sekarang apa yang akan dilakukan oleh tuan kebun anggur itu? Ia akan datang dan membinasakan penggarap-penggarap itu, lalu mempercayakan kebun anggur itu kepada orang-orang lain. Tidak pernahkah kamu membaca nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita." Lalu mereka berusaha untuk menangkap Yesus, karena mereka tahu, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya dengan perumpamaan itu. Tetapi mereka takut kepada orang banyak, jadi mereka pergi dan membiarkan Dia.

Renungan 

Sebuah kesalahan bukannya diperbaiki, malah menambahnya dengan kesalahan yang lain. Sikap seperti inilah yang menjadi cikal-bakal munculnya kebebalan hati. Kita merasa diri benar, sedangkan orang lain salah. Perkataan dan sikap orang lain tidak dipedulikan sehingga makin hari, kita merasa "yang paling": paling benar, paling bisa diandalkan, paling jujur, paling suci, dan lainnya. Itulah yang terjadi dengan "para pembenci" Yesus. Apa pun yang dilakukan Yesus, tidak ada yang benar di mata mereka. 

Maka, perumpamaan tentang petani-petani kebun anggur ini hendak menggambarkan begitu bebal hati mereka. Bahkan, saking bebalnya, mereka bersikap membabi buta. Tidak ada hati dalam bersikap. Semua yang mereka anggap keliru, yang berseberanngan dengan mereka, harus dihabisi. Maka, kehadiran Yesus pun tidak dipedulikan lagi. Mereka tidak bisa melihat kebaikan orang lain dan tidak bisa melihat rahmat Tuhan. Semua tertutup dan gelap. Akhirnya, hanya kebencianlah yang menguasai hati mereka. Yesus pun mereka tolak. Bagaimana dengan hidup kita sekarang? Apakah pada saat semua serba sulit dan berat, kita juga "menolak" Yesus? 

Tuhan, bersihkanlah hati kami dari amarah, benci, dan dendam agar kami mampu menemukan rahmat-Mu. Amin. 

0 Response to "RENUNGAN HARIAN KATOLIK (SENIN, 3 JUNI 2024)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel