RENUNGAN HARIAN KATOLIK (JUMAT, 9 FEBRUARI 2024)



RENUNGAN HARIAN KATOLIK

JUMAT, 9 FEBRUARI 2024

Hieronimus Emilianus ,Yosefina Bakhita

1Raj. 11:4-13; Mzm. 106:3-4,35-36,37,40; Mrk. 7:24-30.

BcO Kej 44:1-20.30-34.

Warna Liturgi Hijau

Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya. Lalu Yesus berkata kepadanya: "Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." Tetapi perempuan itu menjawab: "Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak." Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu." Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

Renungan 

Bacaan Injil hari ini mengisahkan sosok Yesus yang meninggalkan daerah Tirus melewati Sidon menuju Galilea melalui daerah Dekapolis. la melakukan perjalanan sejauh 36 kilometer dari Tirus ke Sidon, kemudian dari Sidon la melakukan perjalanan lagi sejauh 79 kilometer ke Danau Galilea melewati daerah Dekapolis. Dalam perjalanan ini, Yesus melakukan tanda-tanda untuk menyelamatkan manusia. Salah satunya, Yesus menyembuhkan seorang yang tuli dan gagap. 

Kisah penyembuhan orang tuli dan gagap ini memang sangat unik. la diantar oleh orang-orang tanpa nama yang percaya bahwa Yesus pasti dapat menyembuhkan orang tuli dan gagap itu dengan cara meletakkan tangan. Yesus memisahkan orang tuli dan gagap itu dari orang lain. 

la memasukkan jari-Nya ke dalam telinga orang itu, meludah dan meraba Iidah orang itu. Yesus Ialu menengadah ke langit dan berkata, "Efata" yang berarti terbukalah. Perkataan Yesus ini memiliki daya penyembuh. Orang tuli dan gagap itu sembuh seketika. Penyembuhan ajaib ini turut memviralkan Yesus saat itu. Perasaan takjub terungkap dalam peristiwa ini, "la menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata." 

Jika dalam Injil kita mendengar kisah menakjubkan karena tanda ajaib yang dilakukan Yesus, dalam Bacaan Pertama kita justru kaget karena Israel memberontak melawan keturunan Daud. Pemberontakan ini merupakan rentetan kejadian dari peristiwa Raja Salomo yang menyembah berhala. Ketidaksetiaannya kepada Allah membuat kerajaannya menjadi koyak. 

Hidup manusia selalu berada pada dua kutub, yaitu kebaikan dan kejahatan. Namun, kita harus tetap percaya pada rencana dan kehendak Tuhan, yakni kebaikan manusia. la menjadikan segalanya baik adanya. 

Tuhan, baruilah hidup kami dan teguhkanlah iman kami kepada-Mu. Amin.  

0 Response to "RENUNGAN HARIAN KATOLIK (JUMAT, 9 FEBRUARI 2024)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel