RENUNGAN HARIAN KATOLIK (SABTU, 3 FEBRUARI 2024)



RENUNGAN HARIAN KATOLIK

SABTU, 3 FEBRUARI 2024

Blasius, Ansgarius

Hari Sabtu Imam

1Raj. 3:4-13; Mzm. 119:9,10,11, 12,13,14; Mrk. 6:30-34. BcO Kej 37:2-4.12-36

Warna Liturgi Hijau

Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!" Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat. Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.

Renungan :

Yesus mengutus para murid-Nya untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang Dia berikan. Ketika kembali dari tugas perutusan itu, mereka melaporkan semua hasilnya kepada Yesus. Tentu saja laporan mereka kepada Yesus menimbulkan rasa sukacita bagi-Nya sebab mereka berhasil. Lalu, la mengajak mereka untuk mengalami bersama quality time dengan menyendiri dan beristirahat di tempat yang sunyi. Namun, Yesus selalu memiliki skala prioritas yang jelas. Hati-Nya tergerak oleh belas kasihan kepada begitu banyak orang yang datang kepada-Nya, yang lebih membutuhkan-Nya karena mereka seperti domba tanpa gembala. la menunjukkan belas kasih-Nya dengan mengajar banyak hal kepada mereka. 

Dalam hidup ini, kita juga selalu berhadapan dengan banyak pilihan. Kadang-kadang kita mengalami pengalaman Yesus dan para murid-Nya ini, yakni ingin memiliki quality time dan bersenang-senang bersama orang-orang yang dekat dengan kita. Namun, ternyata masih ada orang lain yang jauh lebih membutuhkan kehadiran dan pelayanan kita sehingga merekalah yang menjadi porioritas pelayanan kita. Pengalaman Yesus adalah pengalaman keseharian kita. 

Hati yang tergerak oleh belas kasih adalah sebuah hikmat. Dalam Bacaan Pertama, kita mendengar pengalaman Raja Salomo yang terpilih untuk menggantikan Daud, ayahnya. Pada saat Tuhan Allah bertanya kepadanya tentang apa yang dia butuhkan sebagai seorang raja baru, Salomo ternyata tidak meminta umur panjang, harta, dan kuasa, tetapi ia meminta hikmat untuk memimpin dengan adil dan jujur. la berkata, "Berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang penuh pengertian untuk menjadi hakim atas umat-Mu dan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat; sebab, siapakah yang sanggup menjadi hakim atas umat-Mu yang besar ini" (1 Raj. 3:9). Jika dalam Injil Yesus memiliki hati yang tergerak oleh belas kasih, Salomo memohon supaya Tuhan menganugerahkan kepadanya hati yang penuh hikmat. Mari kita memohon kepada Tuhan agar la memberikan kepada kita hati yang baru, yang penuh belas kasih dan hikmat. 

Yesus, berikanlah kami hati yang penuh belas kasih dan hikmat supaya kami tetap setia dalam melayani Engkau dan sesama. Amin. 

0 Response to "RENUNGAN HARIAN KATOLIK (SABTU, 3 FEBRUARI 2024)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel