RENUNGAN HARIAN KATOLIK (SENIN, 5 JUNI 2023)



RENUNGAN HARIAN KATOLIK

SENIN, 5 JUNI 2023

PEKAN BIASA IX

PW. St. Bonifasius UskMrt (Merah)

BACAAN I: Tb. 1:1a.2a.3; 2:1b-8

MAZMUR: 112:1-2.3-4.5-6;

BACAAN INJIL: Yohanes 12:1-12

Lalu Yesus mulai berbicara kepada mereka dalam perumpamaan: "Adalah seorang membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain. Dan ketika sudah tiba musimnya, ia menyuruh seorang hamba kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima sebagian dari hasil kebun itu dari mereka. Tetapi mereka menangkap hamba itu dan memukulnya, lalu menyuruhnya pergi dengan tangan hampa. Kemudian ia menyuruh pula seorang hamba lain kepada mereka. Orang ini mereka pukul sampai luka kepalanya dan sangat mereka permalukan. Lalu ia menyuruh seorang hamba lain lagi, dan orang ini mereka bunuh. Dan banyak lagi yang lain, ada yang mereka pukul dan ada yang mereka bunuh. Sekarang tinggal hanya satu orang anaknya yang kekasih. Akhirnya ia menyuruh dia kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. Tetapi penggarap-penggarap itu berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, maka warisan ini menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan membunuhnya, lalu melemparkannya ke luar kebun anggur itu. Sekarang apa yang akan dilakukan oleh tuan kebun anggur itu? Ia akan datang dan membinasakan penggarap-penggarap itu, lalu mempercayakan kebun anggur itu kepada orang-orang lain. Tidak pernahkah kamu membaca nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita." Lalu mereka berusaha untuk menangkap Yesus, karena mereka tahu, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya dengan perumpamaan itu. Tetapi mereka takut kepada orang banyak, jadi mereka pergi dan membiarkan Dia.

Renungan:

Korupsi adalah penyakit sosial yang merugikan. Bukan hanya karena uang rakyat disalahgunakan demi kepentingan pribadi, melainkan lebih-lebih karena korupsi yang dilakukan aparat akan meruntuhkan kepercayaan rakyat pada seluruh sistem pemerintahan. Jika pelaku korupsi adalah aparat hukum dan rakyat tak lagi percaya pada sistem hukum maka rakyat bisa menjadi 'anarkis' dan mencari penyelesaian konflik dengan cara mereka sendiri. Dalam arti ini, korupsi menggerogoti tata kenegaraan dan merusak kebaikan bersama. Pemerintahan akan efektif dan dapat mewujudkan kesejahteraan umum bila ada kepercayaan dari rakyat. 

Lewat perumpamaan hari ini, Yesus menyindir pimpinan agama Yahudi yang korup. Korup berarti busuk atau tidak utuh. Mereka tidak memiliki integritas (keutuhan) moral dan tak bisa dipercaya. Mulanya Allah, Si Pemilik kebun anggur, memercayakan pada mereka pengelolaan kebun anggur itu. Namun, mereka ingin memiliki kebun anggur serta hasilnya bagi diri mereka sendiri. Semua utusan dan bahkan anak si pemilik kebun anggur mereka binasakan. Perumpamaan ini menohok para imam kepala dan ahli Taurat sehingga mereka hendak menangkap Yesus, namun takut pada orang banyak. Sebab, orang banyak itu segan dan percaya kepada Yesus, sedangkan para pemimpin agama tersebut takut kehilangan kepercayaan dari rakyat banyak. Pemimpin tanpa kepercayaan dari rakyat atau bawahan tidak akan pernah bisa memimpin secara efektif. 

Ya Allah, jauhkan dari pada kami niat dan tindakan untuk korup. Amin. 

0 Response to "RENUNGAN HARIAN KATOLIK (SENIN, 5 JUNI 2023)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel