RENUNGAN HARIAN KATOLIK (SELASA, 13 DESEMBER 2022)



RENUNGAN HARIAN KATOLIK

SELASA, 13 DESEMBER 2022

MASA ADVEN III (UNGU)

Sta. Lusia, 

BACAAN I: Zef. 3:1-2.9-13

MAZMUR: 34:2-3.6-7.17-18.19.23;

BACAAN INJIL: Matius 21:28-32

"Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi. Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga. Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?" Jawab mereka: "Yang terakhir." Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya."

RENUNGAN

Bacaan Injil hari ini bukan untuk membandingkan dua anak. Pertama mengatakan ya, tetapi tidak berbuat; lalu yang kedua mengatakan tidak, tetapi menyesal lalu berbuat. Idealnya adalah mengatakan ya dilanjutkan dengan tindakan. Makna dari perumpamaan ini adalah menyadarkan mereka yang bersikap farisi dalam hidup ini, yang memberikan stempel kekal bahwa orang-orang berdosa, seperti pelacur dan pemungut cukai tidak akan masuk surga. Bagi Yesus, keselamatan tidak menurut anggapan orang. Keselamatan adalah dialog Allah dengan manusia dan menuntut sebuat pertobatan yang nyata. Orang Yahudi merasa bahwa menjadi keturunan Abraham aman dijamin masuk surga. 

Bagi Yesus, bukan soal itu, melainkan soal segera bertobat dan menjalankan sebuah pertobatan dalam perbuatan nyata. Persis seperti yang dikatakan dalam Kitab Zefanya bahwa ukuran keselamatan bukan soal yang hebat, melainkan sisa Israel, meski kecil tetapi menaati kehendak Allah dan mewujudkannya dalam hidup sebagai berkat bagi sesama. 

Zaman ini yang kerap terjadi bahwa gaya beragama: pakaian, liturgi yang tertib, hiasan gereja yang indah, bisa adorasi setiap hari, penampilan sosial sebagai orang agamis diyakini sebagai jalan keselamatan. Belum. Ukuran kesalehan seseorang itu adalah menghayati imannya dengan melakukan perbuatan kasih sehari-hari. Jangan sampai hidup agama membuat kita terasing dari kemanusiaan dan belas kasih Allah sendiri. 

Bapa Yang Berbelas Kasih, berilah kami keberanian untuk melakukan kehendak-Mu, bukan sekadar berjanji dalam doa dan penampilan kami yang agamis. Amin. 

0 Response to "RENUNGAN HARIAN KATOLIK (SELASA, 13 DESEMBER 2022)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel